Sebelum pembahasan terlalu jauh, ada baiknya kita mendefinisikan kata memasak terlebih dahulu. Menurut KBBI, memasak adalah kelompok kata kerja yang berart membuat (mengolah) makanan. Nah, menurut mamakku memasak bukan sesederhana itu, bukan hanya soal membuat makanan saja, tetapi bagaimana menjiwai proses memasak dari awal hingga pada akhir saat menghidang.
Mamak selalu bilang bahwa memasak harus dimulai dengan niat yang ikhlas, hati yang gembira, dan tentu saja bernilai seni. Niat yang ikhlas, percaya atau tidak pada praktiknya aku selalu memulai kegiatan masak memasak dengan basmallah dan berdo'a dalam hati, agar nantinya masakanku enak, menyenangkan bagi siapa saja yang menikmatinya, serta berkah. Yah, itung-itungan bisa jadi celengan amal deh, karena dalam islam dikenal konsep universalitas ibadah, artinya segala aktivitas kita bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah.
Memasak juga harus dengan hati yang riang gembira loh. Jangan sepele ama yang satu ini. Mood kita mempengaruhi hasil masakan. Perhatiin deh kalau gak percaya. Jika kita memasak sambil kesal, bibir maju 5cm ke depan, kening berkerut, muka jam 12 malam, masakan kita pasti jadi korban, asal oseng dengan bentuk dan rasa yang ngalor-ngidul. Siapa coba yang demen ama masakan yang begituan? Akhirnya bisa ditebak khan, selera makan penghuni rumah pun menghilang, bahkan kucing juga gak mau tuh jadi korban :D Nah, kebuang deh masakannya. Selain jadi kawan syaithon karena mubazir, secara tidak langsung menzholimi penguni rumah juga tuh membuat mereka memaksa makanan yang tidak mereka suka, juga gak ahsan jika mengingat saudara-saudara kita di bumi yang lain malah tidak punya apa-apa untuk dimakan, ini kitanya malah buang-buang makanan. Jadi memasak harus fun, riang gembira. Boleh lah sambil menyalurkan bakat vokal kita yang terpendam di dapur, pasang senyum dengan menararik 2 cm kanan kiri pada pipi, sambil menirukan gaya chef-chef terkenal di TV.
Nasihat mamak yang terakhir adalah memasak adalah seni. Masakan akan lebih mengundang selera jika tampilannya unik dan menarik.. Perlu diperhaikan variasi bentuk, warna, tekstur, dan yang pastinya rasa harus beres duluan ya.. Jangan memasak asal cemplung, dijiwai donk.. Dan juga perhatikan cara mengemas dan menghidangnya ya, soalnya yang terakhir disebutkan ini bener-bener krusial (halah.. -.-"). Sesuai seperti peribahasa yang satu ini : Dari mata turun ke perut... eh,, hati., maka kesan yang diindera terlebih dahulu adalah tampilan yang disensor oleh mata. Jika pesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda (kaya' pernah denger di TV ya :)
Udah malem, sebenarnya seabrek sih petuah dari mamakku tentang masak-memasak dan kerumah-tanggaan. Insya Allah lain waktu akan dibagi, niatnya sih moga menjadi "ilmu yang bermanfaat" buat tabungan amalku dan mamak ^.^x.